Gerhana matahari total pernah terjadi di Semarang sekitar awal dekade
80-an. Pada waktu itu aku masih duduk dibangku SD, media informasi masih
dikuasai oleh TVRI dan RRI. Karena terbatasnya informasi, menjadikan moment
yang terjadinya setiap 300 tahun sekali itu dilewati dalam rumah dengan
penuh rasa takut.
Peristiwa fenomena alam itu jika terjadi pada saat ini mungkin eforia akan
lain. Kejadian benar-benar fantastis dan tidak pernah terpikirkan
sebelumnya. Dapat dibayangkan siang hari dialam tropis mendadak gelap
gulita seperti malam hari. Namun sayang respon orang-orang disekitarku,
sangat apatis dan amat disayangkan karena yang dilakukan hanya didalam
rumah dengan menutup pintu dan jendela. Hampir semua orang melakukan hal
sama diseluruh kota, sebab ini merupakan himbauan dari pemerintah. Pada
hari itu semua kantor dan sekolah diliburkan, karena pemerintah
mengkhawatirkan efect pantulan sinar matahari yang katanya bisa menyebabkan
kebutaan. Maka pemerintah Indonesia menghimbau agar pada hari itu,
orang-orang tidak keluar rumah.
Hal yang bisa dilakukan pada saat itu hanya diam didalam rumah sambil
menonton tv yang menyiarkan secara langsung proses terjadinya gerhana
matahari di daerah Borobudur, kota Magelang.
Itulah kisah sedih yang pernah aku alami waktu masih kecil waktu menghadapi
peristiwa besar yang terjadi setiap 300 tahun sekali dikota Semarang ini
Tidak ada komentar:
Posting Komentar