Rabu, 05 Februari 2014

Cinta segitiga yang membawa bencana

Cinta segitiga yang membawa bencana Saturday, March 23, 2013 2:39:45 PM 

Siang itu aku hendak beristirahat siang, namun tiba-tiba ada yang berteriak "kebakaran". Spontan aku langsung keluar dan melihat api besar telah mengurung rumah besar yang megah milik tetanggaku. Sementara beberapa orang tengah berusaha untuk memadamkan api dan beberapa orang mengeluarkan barang-barang. Tak seberapa lama orang-orang berdatangan sehingga lokasi kebakaran penuh sesak oleh orang-orang yang mau melihat dari dekat. Tentu saja hal ini justru menghambat proses pemadaman dan evaluasi yang dilakukan oleh petugas. Ada cerita menarik dibalik kebakaran tersebut, kisah cinta segitiga yang tragis yang dialami oleh penghuni rumah tersebut. Rumah itu terletak pada posisi tusuk sate, menurut orang jawa posisi rumah yang demikian menyebabkan penghuni rumah tersebut selalu dirundung masalah. Demikian pula yang dihadapi oleh pemilik rumah tersebut, pasangan suami istri yang sudah lama belum memiliki anak tersebut. Pasangan yang juga juragan bandeng yang cukup sukses itu, akhirnya memutuskan untuk mengambil anak asuh dari keponakannya sendiri. Masalah tidak berhenti disitu, sang suami tergila-gila dengan pembantunya sampai mempunyai anak. Sang istri tentu tidak mau dimadu, sang pembantu dipulangkan ke orang-tuanya sampai anaknya lahir. Dengan lahirnya sang anak, membuat si suami sering mengunjungi anaknya baik seijin istrinya maupun tidak. Si istri melihat kelakuan suaminya yang makan hati ini menjadi sakit sampai akhirnya meninggal dunia. Karena istrinya sudah meninggal maka anak dan pembantu itu diajak pindah kerumah tersebut, anak asuh yang masih keponakannya itu dikembalikan keorang tuanya. Setelah serangkaian peristiwa diatas maka terjadilah bencana kebakaran itu. Rumah itu dijual setelah diperbaiki dan penghuninya pindah entah kemana, sekarang rumah itu menjadi tempat kos-kosan. batanmiroto3

Tidak ada komentar:

Posting Komentar