Rumahku terletak diperumnas Beringin, yang kudapat melalui KPR-BTN pada tahun 2005 bulan Februari dengan angsuran selama 15 tahun dan berakhir pada tahun 2020, sebelumnya aku kontrak didaerah sekitar itu blok A, pada tahun 1999 bulan agustus. Pengalaman tak terlupakan berumah-tangga menempati rumah sendiri dan bertetangga dengan anggota TNI. Aku dan istriku menempati rumah kontrakan hingga tahun yang ke-5, tepatnya pada tahun 2004 bulan oktober,karena pemilik rumah hendak menjualnya, setelah negosiasi dengan diriku gagal, kemudian rumah itu dijual kepada orang lain.
Karena pembeli hendak segera menempati rumah tersebut maka keluargaku harus pindah, aku dan keluargaku memperoleh kesempatan menempati diKlipang Pesona Asri, milik kemenakan kakak iparku yang kebetulan saat itu belum menikah, dan aku diperkenankan menempati sampai 6 bulan, tepatnya pada bulan mei 2005. Walaupun pada bulan february aku telah memiliki rumah sendiri, tetapi aku pulang atau kembali kerumah orang tuaku hingga saat ini (bulan september 2013), kesimpulannya aku telah mendompleng rumah ibuku, lebih dari 8 tahun.
Sedangkan rumahku secara otomatis telah aku angsur hampir 9 tahun, namun aku belum pernah menempatinya lebih dari seminggu sehingga rumahku kosong lebih dari 6 tahun pada bulan juli 2011 aku mengkontrakkan rumahku kepada seorang guru SDN TAMBAKAJI 04, bernama mbak Ummi Masroah Amma yang berstatus masih single hingga 2 tahun dan tidak mau memperpanjang masa kontraknya, padahal pada pertengahan tahun ini (2013) aku memerlukan uang besar untuk membiayai pendaftaran sekolah anakku diSMP. Selepas dari mbak Ummi, rumahku banyak yang rusak, yang terlihat jelas adalah kusen pintu yang keropos karena dimakan oleh rayap. Untungnya sebelum mbak ummi meninggalkan rumahku aku sempat berkunjung kerumahku untuk melihat keadaannya dan menanyakan masalah rekening listrik yang terlambat. Dalam pembicaraan itu mbak Umi sanggup membantu memperbaiki kusen pintu dan akan mengembalikan kunci rumah kepadaku dirumah ibuku. Saat pengembalian kunci telah tiba, sayangnya yang mengantar bukan mbak ummi sendiri, tapi pacarnya dan cara mengembalikannya kurang sopan, karena mengembalikannya tanpa ada ucapan.
Pada tanggal 15 juli 2013, aku menagih janji mbak Ummi yang katanya hendak membantu biaya perbaikan kusen pintu melalui telepon SDN TAMBAKAJI 04, dalam pembicaraan itu mbak Umi ingin ketemu untuk memberikan uang bantuan tersebut ,akhirnya pada tanggal 21 juli 2013 hari minggu kami sekeluarga bisa ketemu mbak Umi, saat ia ada acara dilingkungan RT disekitar rumahku.
Sepeninggalan mbak Umi, selama lebih dari satu bulan rumahku kosong, ada beberapa orang yang hendak mengontrak namun akhirnya batal, ada pengontrak yang bikin aku sekeluarga tertawa, namanya SIMON. Orang berminat untuk mengontrak namun permintaannya macam-macam, namun akhir membatalkan diri. Sampai akhir ada pengontrak yang sangat membutuhkan rumah, namanya LAKSONO ia mengontrak selama dua tahun, walaupun sejatinya ia ingin lebih lama.
Minggu, 15 September 2013
Story of my house...
Jumat, 13 September 2013
Burung itu namanya pleci
aku juga punya burung macam gini gak nyangka namanya plenci, sangkain nama princi. waktu dapat dari kakak surabaya, ternyata anakku pada seneng masalah aku gak begitu hobby mlihara burung, Akunya mliharanya ya suka-suka aku aja, kadang tak kasi makan kadang tidak, kadang kandangnya tak bersihin kadang gak. Sekarang dah tau caranya ngrawat udah mo tak coba aja, kali-kali aja aku butuh suara nyaring tuk ngisi hatiku yang hampa nie..
Langganan:
Postingan (Atom)