Selasa, 29 April 2014

30 april-SAMBUT PERJALANANKU

Setiap tanggal tersebut orang menyebutnya sebagai ulang tahun, tetapi bagi diriku aku tak memahami maksud itu. Maka setiap pada tanggal tersebut aku tiada pernah merayakan bertambahnya usiaku dengan pesta walaupun keinginan selalu ada. Tapi mengingat semakin banyak angka yang mengikutinya aku menjadi termenung, apa yang telah aku lakukan untuk keluargaku apalagi untuk bangsaku.
Angka yang besar tidak membuatku takut akan kematian tetapi yang kusedihkan adalah kesempatan mungkin akan berkurang maka dari itu aku harus memiliki siasat dan strategi dalam menumbuhkan kesempatan ini.
Tema yang kuambil dari umurku yang ke-42 ini adalah "...sambut perjalananku...", makna yang terkandung dalam tema ini adalah menumbuhkan rasa percaya diri untuk menempuh hidup menjadi lebih baik untuk masa depan anak-anakku.

Rabu, 05 Februari 2014

Saat Pasukan Elite menyerang Negara

Saat Pasukan Elite menyerang Negara Tuesday, April 9, 2013 2:19:56 PM 

Mendengar kata Kopassus terbesit rasa bangga walaupun dalam keluargaku tidak ada yang menjadi anggota korp tersebut. Dahulu setiap anak laki-laki pasti mempunyai cita-cita menjadi seorang anggota TNI, waktu itu masih bernama ABRI. Kalau bercerita tentang angkatan bersenjata ini kami sangat bersemangat apalagimendengar ucapan kata Kopassus atau polisi militer, rasa bangga mengembang didalam dada. Konon kesatuan yang terbentuk dari anggota- anggota TNI atau POLISIyang berprestasi dan mempunyai bakat khusus ini berhak untuk mengawasi dan menindak anggota TNI yang melarikan diri, begitulah imajinasi masa kecil kami menggambarkan kehebatan anggota TNI itu. Sekarang kesatuan elite ini tercoreng nama besarnya karena tindakan oknum anggota yang tidak mau bersabar dan berpikir jernih. Tindakan premanisme tentu bukan tindakan terhormat untuk kesatuan seelite Kopassus. Kita percaya bahwa anggota Kopassus juga manusia yang mempunyai rasa marah dan dendam, tetapi apakah tindakan diluar kekuasaan komando, yang dilakukan oleh belasan anggota dalam perencanaan berdarah yang mengakibatkan tewasnya tahanan yang berada dalam perlindungan negara, berjalan mulus tanpa hambatan atau pencegahan dini. Alasan yang memyebabkan terjadinya peristiwa ini adalah jiwa corsa, mengapa harus alasan ini yang ditonjolkan. Alasan ini sangat berbahaya dijadikan alasan kasus ini, karena jiwa korsa dipunyai oleh semua komunitas, perkumpulan, atau gang-gang anak muda. Kalau kesatuan sehebat Kopassus memberikan tauladan soal jiwa korsa seperti ini, apa yang akan dilakukan oleh gang anak muda. Semoga kesatuan kebanggaan negara ini, tidak lagi menyerang negara karena mereka dicipta untuk melindungi negara. Selesaikan kasus ini dengan jiwa ksatria dan siap menerima hukuman apapun demi mengembalikan nama besar KOPASSUS.

Peristiwa alam terbesar diSemarang

Peristiwa alam terbesar diSemarang Tuesday, April 2, 2013 3:16:25 PM 

 
Gerhana matahari total pernah terjadi di Semarang sekitar awal dekade 80-an. Pada waktu itu aku masih duduk dibangku SD, media informasi masih dikuasai oleh TVRI dan RRI. Karena terbatasnya informasi, menjadikan moment yang terjadinya setiap 300 tahun sekali itu dilewati dalam rumah dengan penuh rasa takut. Peristiwa fenomena alam itu jika terjadi pada saat ini mungkin eforia akan lain. Kejadian benar-benar fantastis dan tidak pernah terpikirkan sebelumnya. Dapat dibayangkan siang hari dialam tropis mendadak gelap gulita seperti malam hari. Namun sayang respon orang-orang disekitarku, sangat apatis dan amat disayangkan karena yang dilakukan hanya didalam rumah dengan menutup pintu dan jendela. Hampir semua orang melakukan hal sama diseluruh kota, sebab ini merupakan himbauan dari pemerintah. Pada hari itu semua kantor dan sekolah diliburkan, karena pemerintah mengkhawatirkan efect pantulan sinar matahari yang katanya bisa menyebabkan kebutaan. Maka pemerintah Indonesia menghimbau agar pada hari itu, orang-orang tidak keluar rumah. Hal yang bisa dilakukan pada saat itu hanya diam didalam rumah sambil menonton tv yang menyiarkan secara langsung proses terjadinya gerhana matahari di daerah Borobudur, kota Magelang. Itulah kisah sedih yang pernah aku alami waktu masih kecil waktu menghadapi peristiwa besar yang terjadi setiap 300 tahun sekali dikota Semarang ini

Kumpul Bocah ala 80-an

Kumpul Bocah ala 80-an 
Sunday, March 24, 2013 1:38:10 PM 

Dunia belum kiamat itu rubrik dalam koran suara merdeka, yang selalu memuat tentang peri laku manusia yang unik dan menggelikan. Itulah rubrik yang selalu menjadi bahan pembicaraan yang penuh gelak tawa setelah kami bersama-sama membacanya ditempat tetangga kami yang berlangganan koran tersebut. Dahulu kebiasaan membaca koran bersama-sama selalu kami lakukan saat bermain, kebetulan saat itu ada tetangga kami yang baik hati dengan membebaskan kami meminjamkan setiap saat, tetapi kalau koran itu tidak dibaca pemiliknya. Kami satu persatu mempunyai rubrik favorit, ada yang suka rubrik kesehatan, cerita bersambung, surat pembaca, dan lain-lain. Apalagi pada saat terjadi peristiwa yang menghebohkan, kami penuh semangat membicarakan topik tersebut. Aku masih ingat topik-topik yang pernah hangat pada saat itu, seperti kisah seorang ibu yang menggorok anak-anaknya menggunakan silet karena ekonomi, pada saat itu, pemberitaannya berlangsung sampai beberapa hari, sehingga kami penuh semangat mengikuti beritanya dan membicarakannya. Kami juga membicarakan dengan penuh haru ketika peristiwa menggemparkan terjadi, yakni saat berita meninggalnya ibu Marlia Hardi dengan cara menggantung diri. Berita perang juga tak luput dari perhatian kami saat itu, perang irak-iran sudah menjadi konsumsi kami setiap hari. Moment olah-raga yang biasa kami ikuti dan tunggu-tunggu adalah sepak bola, baik tingkat nasional maupun internasional. Koran jawa tengah itu juga pernah mengadakan kuis olah- raga, dan kamipun tak ketinggalan mengikuti kuis tersebut, diantara kami pernah beruntung mendapatkan sebuah tape recorder. Itulah cara kami dalam membudayakan gemar membaca, walaupun secara tidak sadar telah membudayakan hal itu namun kegiatan itu kami lakukan semata-mata karena kami suka berkumpul, bersenda-gurau, dan bermain. Sekarang kami sudah dewasa semua dan telah lama berpisah, dan moment diatas tak mungkin terjadi lagi, hanya bisa saya ceritakan kepada anak-anak saya cara bermain dengan positip. batanmiroto3

Cinta segitiga yang membawa bencana

Cinta segitiga yang membawa bencana Saturday, March 23, 2013 2:39:45 PM 

Siang itu aku hendak beristirahat siang, namun tiba-tiba ada yang berteriak "kebakaran". Spontan aku langsung keluar dan melihat api besar telah mengurung rumah besar yang megah milik tetanggaku. Sementara beberapa orang tengah berusaha untuk memadamkan api dan beberapa orang mengeluarkan barang-barang. Tak seberapa lama orang-orang berdatangan sehingga lokasi kebakaran penuh sesak oleh orang-orang yang mau melihat dari dekat. Tentu saja hal ini justru menghambat proses pemadaman dan evaluasi yang dilakukan oleh petugas. Ada cerita menarik dibalik kebakaran tersebut, kisah cinta segitiga yang tragis yang dialami oleh penghuni rumah tersebut. Rumah itu terletak pada posisi tusuk sate, menurut orang jawa posisi rumah yang demikian menyebabkan penghuni rumah tersebut selalu dirundung masalah. Demikian pula yang dihadapi oleh pemilik rumah tersebut, pasangan suami istri yang sudah lama belum memiliki anak tersebut. Pasangan yang juga juragan bandeng yang cukup sukses itu, akhirnya memutuskan untuk mengambil anak asuh dari keponakannya sendiri. Masalah tidak berhenti disitu, sang suami tergila-gila dengan pembantunya sampai mempunyai anak. Sang istri tentu tidak mau dimadu, sang pembantu dipulangkan ke orang-tuanya sampai anaknya lahir. Dengan lahirnya sang anak, membuat si suami sering mengunjungi anaknya baik seijin istrinya maupun tidak. Si istri melihat kelakuan suaminya yang makan hati ini menjadi sakit sampai akhirnya meninggal dunia. Karena istrinya sudah meninggal maka anak dan pembantu itu diajak pindah kerumah tersebut, anak asuh yang masih keponakannya itu dikembalikan keorang tuanya. Setelah serangkaian peristiwa diatas maka terjadilah bencana kebakaran itu. Rumah itu dijual setelah diperbaiki dan penghuninya pindah entah kemana, sekarang rumah itu menjadi tempat kos-kosan. batanmiroto3

Outsourching, sayur apalagi...

Outsourching, sayur apalagi... 
 Friday, March 22, 2013 1:50:31 PM 

Pengalaman pergi kebali pertama kali, bersama mas vito dan ibu, pada tahun 2004 bulan agustus tepat pada malam tirakatan hari kemerdekaan. Aku sangat senang bisa mengajak mas Vito piknik keBali, sekarang aku mempunyai angan-angan mengajak dik Fino berjalan-jalan keluar kota sekeluarga . Dalam waktu dekat dana kas paguyuban akan memperoleh suntikan dana dari hasil kerja keras teman-teman dalam melaksanakan tusbung. Perusahaan akan memberikan dana sebesar 7,5 juta untuk menjalankan proyek tusbung. Mudah-mudahan pekerjaan ini dapat berjalan dengan lancar dan tidak ada denda, sehingga dana 7,5 juta dapat masuk kas. Dengan demikian para karyawan dapat dengan segera menikmati liburan bersama keluarga dari hasil dana ini. Proyek tusbung, adalah proyek ambisius dan sulit dicapai targetnya, tetapi tidak mengapa kalau setiap peluang dicoba apalagi anggota paguyuban masih muda dan berpotensi. Sebenarnya proyek ini sudah pernah dihandle oleh beberapa vendor dan tidak pernah berhasil, karena proyek ini berhubungan dengan pelanggan yang bermasalah dengan tagihan dan target yang harus dicapai lunas 100 %. Bagaimana target ini sulit dicapai, karena ada dua hal yang tidak pernah explore dari karyawan dalam melaksanakan tugas berat ini, yaitu motivasi dan penam pilan.

Awas...!Kebakaran...

Awas...!Kebakaran... 
 Thursday, March 21, 2013 8:46:46 AM 

Jangan mencuri listrik, sangat berbahaya karena resiko kebakaran senantiasa mengancam. Dan ini bukan slogan atau nasehat kosong, ini sebuah pesan yang berdasarkan pengalaman dan teory teknik yang mendalam. Berikut ini adalah kisah nyata yang aku alami sendiri : Suatu senja menjelang maghrib ketika keluargaku berkumpul sambil menonton tv dikejutkan oleh bau plastik kebakar yang sangat menyengat. Aku langsung keluar untuk mencari sumber bau plastik, tiba-tiba teman anak menunjuk keatas dan kulihat kepulan asap hitam yang besar telah bergulung-gulung menyelimuti rumah tetangga. Aku bersama anakku langsung lari kearah tempat kejadian, yang jaraknya kurang lebih dua ratus meter. Disana telah banyak orang-orang yang membantu memadamkan api dengan air seadanya. Sementara api telah membesar, sedangkan mobil pemadam kebakaran belum datang. Orang-orang yang ingin melihat bertambah banyak, sehingga jalan menuju kelokasi penuh dengan orang yang ingin menonton dari jarak dekat. Ketika mobil pemadam datang menjadi terhambat oleh sesak orang-orang yang melihat ditambah sempitnya jalan menuju kerumah kebakaran. Karena jalan yang sempit, membuat mobil tidak bisa mendekati lokasi, akhirnya warga mempunyai inisiatif membongkar beberapa pagar rumah penduduk supaya selang dapat mencapai kerumahkebakaran untuk memadamkannya. Api berhasil ditaklukkan setelah pukul sembilan malam yang kurang lebih memerlukan perjuangan selama tiga jam. Satu rumah habis dengan kerusakan fatal ditambah lagi kerusakan yang dialami oleh rumah yang berada disebelahnya. Dari pengalaman ini sebenarnya tidak sepadan dengan "keberanian" kita dalam mengambil resiko untuk menekan pembayaran rekening listrik.