Rabu, 05 Februari 2014

Merindukan sosok Ellyas Pical

Merindukan sosok Ellyas Pical Thursday, March 21, 2013 12:58:12 AM 

Awal dekade 80-an ada sesosok petinju yang membanggakan Indonesia, yakni ELLIAS PICAL. Siang itu murid kelas empat selesai pelajaran, seperti biasa menjelang pulang selalu disertai dengan doa bersama. Rupanya hari itu guru walikelas memberi kata-kata pengantar, menjelang doa, kata beliau bahwa besok akan ada pertandingan tinju yang membawa nama INDONESIA , yaitu antara Ellias Pical melawan petinju asal thailand Galaksi. Bapak guruku mengharapkan sekali kemenangan Ellias Pical, yang dapat memharumkan nama Indonesia dimata international. Namun sayang dalam pertandingan itu sang hero itu mengalami kekalahan dan seiring waktu namanya tenggelam dan menghilang. Yang ingin saya tekankan disini adalah rasa nasionalisme seorang olah ragawan dalam meraih prestasi sampai menarik pemirsa terlarut dalam perjuangannya. Saat ini ada petinju hebat juga Chris "Dragon" John, prestasinya juga luar biasa, nasionalisme tak perlu dipertanyakan, bahkan istrinya mempersembahkan lagu Indonesia Raya untuk mengawali pertandingannya. Sayang event kemenangan Chris Jhon tidak segempita kemenangan Ellias Pical. Sebenarnya siapa yang kekurangan nasionalisme, peminat Christ Jhon, penyelenggara event atau karena setiap event olah raga orientasinya adalah bisnis.

PSPB, Pendidikan Sejarah Penguasa Berkuasa

PSPB, Pendidikan Sejarah Penguasa Berkuasa  
Tuesday, March 19, 2013 1:39:05 PM 

Dulu waktu masih SMP, ada mata pelajaran PSPB, singkatan dari pendidikan sejarah perjuangan bangsa. Padahal materi yang disajikan tidak jauh berbeda dengan pelajaran sejarah, terutama pelajaran sejarah indonesia. Tetapi kalau dicermati pelajaran ini lebih cenderung menonjolkan perjuangan penguasa tertentu dan menjatuhkan perjuangan penguasa tertentu. Dan lebih nyata lagi ketika dalam pelajaran itu mewajibkan siswa untuk melihat film tentang perjuangan penguasa tertentu. Disini sangat terlihat sekali sang penguasa mencoba melakukan pencucian otak terhadap generasi muda, dengan mewajibkan siswa sekolah mempelajari kisah perjuangan sang penguasa. Pernah suatu kali aku bertanya kepada guru PSPB, mengapa dalam pelajaran ini cenderung menjatuhkan penguasa tertentu,namun bukan penjelasan yang aku dapatkan tetapi kemarahan besar dan guruku itu mengancam akan memberi nilai merah untuk pelajaran ini. Perlu diketahui bahwa nilai merah untuk pelajaran ini dipastikan tidak naik kelas. Aku jadi berfikir seberapa penting pelajaran ini sampai-sampai seorang guru harus mendewa-dewakan sang penguasa dalam memberikan pelajaran kepada murid-muridnya. DiKorea Utara, rakyat disana juga sangat memuja-muja pemimpin mereka, disetiap rumah pasti ada gambar sang pemimpin. Hidup mereka sangat tergantung dari perintah sang pemimpin, karena mereka menganggap pemimpin mereka setara dengan dewa, selalu benar. Mungkinkah Indonesia akan diarahkan seperti yang dilakukan negara komunis, dimana pemimpin diperlakukan seperti dewa yang tak pernah melakukan kesalahan. Tetapi untunglah sekarang pelajaran itu telah dihapus dan menjadi kenangan yang tak terlupakan.

Negara setelah Pancasila

Negara setelah Pancasila 
 Monday, March 18, 2013 9:22:57 AM 

Negeri ini sekarang diramaikan oleh penangkapan koruptor, pilkada, dan BBM. Setelah runtuhnya orde baru keadaan negeri ini tidak lebih baik dari pada masa orde baru. Kalau pada masa orde baru yang ada kekuasaan tunggal, yakni presiden Soeharto, yang mendapat dukungan penuh dari militer dan akademis, yaitu para jendral, politikus, cendikiawan yang loyal terhadap soeharto. Setelah soeharto diruntuhkan lawan politik yang dibantu oleh para mahasiswa, para loyalis soeharto lari meninggalkan soeharto seorang diri dan akhirnya mengundurkan diri. Pada masa itu, masa yang disebut Reformasi ini merupakan masa kegelapan bagi soeharto dan loyalisnya, tetapi jaman kemasan bagi lawan politik soeharto, para tokoh jurnalis dengan medianya. Mereka mengkritik habis-habisan keluarga soeharto, sampai soeharto sakit-sakitan akhirnya meninggal dunia. Namun kasus hukum soeharto dan kroninya tak pernah tersentuh, keluarga soeharto dan kroninya masih kaya raya, apalagi kroninya yang sekarang memegang kekuasaan, sekarang justru mengendalikan kekuasaan dan hukum. Isue reformasi sekarang telah dialihkan, dari kepentingan rakyat berubah menjadi kepentingan diri sendiri dan partai. Wakil rakyat dan pemerintah kongkalikong menghabiskan uang kesejahteraan rakyat. Kini mereka satu per satu dipanggil oleh KPK sebagai tersangka korupsi. Lebih mengerikan sekarang pejabat kepolisian yang tersangkut korupsi, hartanya luar binasa. Mungkin benar kata Gus Dur, tidak ada polisi yang jujur kecuali polisi tidur dan ...

Minggu, 15 September 2013

Story of my house...

Rumahku terletak diperumnas Beringin, yang kudapat melalui KPR-BTN pada tahun 2005 bulan Februari dengan angsuran selama 15 tahun dan berakhir pada tahun 2020, sebelumnya aku kontrak didaerah sekitar itu blok A, pada tahun 1999 bulan agustus. Pengalaman tak terlupakan berumah-tangga menempati rumah sendiri dan bertetangga dengan anggota TNI. Aku dan istriku menempati rumah kontrakan hingga tahun yang ke-5, tepatnya pada tahun 2004 bulan oktober,karena pemilik rumah hendak menjualnya, setelah negosiasi dengan diriku gagal, kemudian rumah itu dijual kepada orang lain.
Karena pembeli hendak segera menempati rumah tersebut maka keluargaku harus pindah, aku dan keluargaku memperoleh kesempatan menempati diKlipang Pesona Asri, milik kemenakan kakak iparku yang kebetulan saat itu belum menikah, dan aku diperkenankan menempati sampai 6 bulan, tepatnya pada bulan mei 2005. Walaupun pada bulan february aku telah memiliki rumah sendiri, tetapi aku pulang  atau kembali kerumah orang tuaku hingga saat ini (bulan september 2013), kesimpulannya aku telah mendompleng rumah ibuku, lebih dari 8 tahun.
Sedangkan rumahku secara otomatis telah aku angsur hampir 9 tahun, namun aku belum pernah menempatinya lebih dari seminggu sehingga rumahku kosong lebih dari 6 tahun pada bulan juli 2011 aku mengkontrakkan rumahku kepada seorang guru SDN TAMBAKAJI 04, bernama mbak Ummi Masroah Amma yang berstatus masih single hingga 2 tahun dan tidak mau memperpanjang masa kontraknya, padahal pada pertengahan tahun ini (2013) aku memerlukan uang besar untuk membiayai pendaftaran sekolah anakku diSMP. Selepas dari mbak Ummi, rumahku banyak yang rusak,  yang terlihat jelas adalah kusen pintu yang keropos karena dimakan oleh rayap. Untungnya sebelum mbak ummi meninggalkan rumahku aku sempat berkunjung kerumahku untuk melihat keadaannya dan menanyakan masalah rekening listrik yang terlambat. Dalam pembicaraan itu mbak Umi sanggup membantu memperbaiki kusen pintu dan akan mengembalikan kunci rumah kepadaku dirumah ibuku. Saat pengembalian kunci telah tiba, sayangnya yang mengantar bukan mbak ummi sendiri, tapi pacarnya dan cara mengembalikannya kurang sopan, karena mengembalikannya tanpa ada ucapan.
Pada tanggal 15 juli 2013, aku menagih janji mbak Ummi yang katanya hendak membantu biaya perbaikan kusen pintu melalui telepon SDN TAMBAKAJI 04, dalam pembicaraan itu mbak Umi ingin ketemu untuk memberikan uang bantuan tersebut ,akhirnya pada tanggal 21 juli 2013 hari minggu kami sekeluarga bisa ketemu mbak Umi, saat ia ada acara dilingkungan RT disekitar rumahku.
Sepeninggalan mbak Umi, selama lebih dari satu bulan rumahku kosong, ada beberapa orang yang hendak mengontrak namun akhirnya batal, ada pengontrak yang bikin aku sekeluarga tertawa, namanya SIMON. Orang berminat untuk mengontrak namun permintaannya macam-macam, namun akhir membatalkan diri. Sampai akhir ada pengontrak  yang sangat membutuhkan rumah, namanya LAKSONO ia mengontrak selama dua tahun, walaupun sejatinya ia ingin lebih lama.

Jumat, 13 September 2013

Burung itu namanya pleci

aku juga punya burung macam gini gak nyangka namanya plenci, sangkain nama princi. waktu dapat dari kakak surabaya, ternyata anakku pada seneng masalah aku gak begitu hobby mlihara burung, Akunya mliharanya ya suka-suka aku aja, kadang tak kasi makan kadang tidak, kadang kandangnya tak bersihin kadang gak. Sekarang dah tau caranya ngrawat udah mo tak coba aja, kali-kali aja aku butuh suara nyaring tuk ngisi hatiku yang hampa nie..

Rabu, 14 Agustus 2013

Menuntun anak menuju pendidikan

Aku masih belum lupa pengalaman yang terjadi pada tanggal 26-29 mey 2013, tepatnya saat penerimaan peserta didik untuk SMP Negeri diSemarang. Karena pada saat itu anakku yang baru lulus SD, membutuhkan tempat pendidikan yang lebih tinggi, maka sebagai orang tua yang berpenghasilan pas-pasan aku berusaha mencarikan anakku SMP Negeri supaya biaya sekolahnya ringan. Namun apa dayaku kalau nasib menentukan lain, anakku tidak bisa diterima diSMP Negeri, aku harus menerima kenyataan ini. Namun selang satu hari anakku sudah diterima disekolah swasta yang mempunyai sistem pendidikan yang sangat baik.
Jauh sebelum ujian SD aku telah mempersiapkan untuk menempatkan anakku kesekolah negeri, dengan mencari informasi tentang pendaftaran online.
Hari sabtu 22 juni 2013 situs pendaftaran telah dibuka, melihat hal ini hatiku sangat senang karena aku telah lama menunggu situs ini. Dalam pengumuman pendaftaran untuk SMP dibuka pada tanggal 26 juni 2013 tepatnya